<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4288558374947452761</id><updated>2011-07-08T02:15:14.933-07:00</updated><title type='text'>Falmen Siregar</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://falmensiregar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4288558374947452761/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://falmensiregar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>falmensiregar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14297789673095531658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a206_rQ7GQQ/SmAkv0CrLCI/AAAAAAAAAAU/IQqLzkcGwdU/S220/babang.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4288558374947452761.post-4510127747518206043</id><published>2009-07-16T20:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T21:11:55.778-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Nicollo Machiaveli&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Filsuf          politik Italia, Niccolo Machiavelli, termasyhur karena          nasihatnya yang blak-blakan bahwa seorang penguasa yang          ingin tetap berkuasa dan memperkuat kekuasaannya haruslah          menggunakan tipu muslihat, licik dan dusta, digabung dengan          penggunaan kekejaman penggunaan kekuatan.                    &lt;p&gt;Dikutuk banyak orang selaku bajingan tak bermoral, dipuja          oleh lainnya selaku realis tulen yang berani memaparkan          keadaan dunia apa adanya, Machiavelli salah satu dari          sedikit penulis yang hasil karyanya begitu dekat dengan          studi baik filosof maupun politikus.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Machiavelli lahir tahun 1469 di Florence, Italia.          Ayahnya, seorang ahli hukum, tergolong anggota famili          terkemuka, tetapi tidak begitu berada.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Selama masa hidup Machiavelli --pada saat          puncak-puncaknya Renaissance Italia-- Italia terbagi-bagi          dalam negara-negara kecil, berbeda dengan negeri yang          bersatu seperti Perancis, Spanyol atau Inggris. Karena itu          tidaklah mengherankan bahwa dalam masanya Italia lemah          secara militer padahal brilian di segi kultur.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Di kala Machiavelli muda, Florence diperintah oleh          penguasa Medici yang masyhur, Lorenzo yang terpuji. Tetapi          Lorenzo meninggal dunia tahun 1492, dan beberapa tahun          kemudian penguasa Medici diusir dari Florence; Florence          menjadi republik (Republik Florentine) dan tahun 1498,          Machiavelli yang berumur dua puluh sembilan tahun peroleh          kedudukan tinggi di pemerintahan sipil Florence. Selama          empat belas tahun sesudah itu dia mengabdi kepada Republik          Florentine dan terlibat dalam pelbagai missi diplomatik atas          namanya, melakukan perjalanan ke Perancis, Jerman, dan di          dalam negeri Italia.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Tahun 1512, Republik Florentine digulingkan dan penguasa          Medici kembali pegang tampuk kekuasaan, Machiavelli dipecat          dari posisinya, dan di tahun berikutnya dia ditahan atas          tuduhan terlibat dalam komplotan melawan penguasa Medici.          Dia disiksa tetapi tetap bertahan menyatakan tidak bersalah          dan akhirnya dibebaskan pada tahun itu juga. Sesudah itu dia          pensiun dan berdiam di sebuah perkebunan kecil di San          Casciano tidak jauh dari Florence.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Selama empat belas tahun sesudah itu, dia menulis          beberapa buku, dua diantaranya yang paling masyhur adalah          The Prince, (Sang Pangeran) ditulis tahun 1513, dan The          Discourses upon the First Ten Books of Titus Livius          (Pembicaraan terhadap sepuluh buku pertama Titus Livius).          Diantara karya-karya lainnya adalah The art of war (seni          berperang), A History of Florence (sejarah Florence) dan La          Mandragola (suatu drama yang bagus, kadang-kadang masih          dipanggungkan orang). Tetapi, karya pokoknya yang terkenal          adalah The Prince (Sang Pangeran), mungkin yang paling          brilian yang pernah ditulisnya dan memang paling mudah          dibaca dari semua tulisan filosofis. Machiavelli kawin dan          punya enam anak. Dia meninggal dunia tahun 1527 pada umur          lima puluh delapan.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;The Prince dapat dianggap nasihat praktek terpenting buat          seorang kepada negara. Pikiran dasar buku ini adalah, untuk          suatu keberhasilan, seorang Pangeran harus mengabaikan          pertimbangan moral sepenuhnya dan mengandalkan segala,          sesuatunya atas kekuatan dan kelicikan. Machiavelli          menekankan di atas segala-galanya yang terpenting adalah          suatu negara mesti dipersenjatai dengan baik. Dia          berpendapat, hanya dengan tentara yang diwajibkan dari warga          negara itu sendiri yang bisa dipercaya; negara yang          bergantung pada tentara bayaran atau tentara dari negeri          lain adalah lemah dan berbahaya.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Machiavelli menasihatkan sang Pangeran agar dapat          dukungan penduduk, karena kalau tidak, dia tidak punya          sumber menghadapi kesulitan. Tentu, Machiavelli maklum bahwa          kadangkala seorang penguasa baru, untuk memperkokoh          kekuasaannya, harus berbuat sesuatu untuk mengamankan          kekuasaannya, terpaksa berbuat yang tidak menyenangkan          warganya. Dia usul, meski begitu untuk merebut sesuatu          negara, si penakluk mesti mengatur langkah kekejaman          sekaligus sehingga tidak perlu mereka alami tiap hari          kelonggaran harus diberikan sedikit demi sedikit sehingga          mereka bisa merasa senang."&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Untuk mencapai sukses, seorang Pangeran harus dikelilingi          dengan menteri-menteri yang mampu dan setia: Machiavelli          memperingatkan Pangeran agar menjauhkan diri dari penjilat          dan minta pendapat apa yang layak dilakukan.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Dalam bab 17 buku The Prince , Machiavelli          memperbincangkan apakah seorang Pangeran itu lebih baik          dibenci atau dicintai.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Tulis Machiavelli: "... Jawabnya ialah orang selayaknya          bisa ditakuti dan dicintai sekaligus. Tetapi ... lebih aman          ditakuti daripada dicintai, apabila kita harus pilih salah          satu. Sebabnya, cinta itu diikat oleh kewajiban yang membuat          seseorang mementingkan dirinya sendiri, dan ikatan itu akan          putus apabila berhadapan dengan kepentingannya. Tetapi ...          takut didorong oleh kecemasan kena hukuman, tidak pernah          meleset ..."&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Bab 18 yang berjudul "Cara bagaimana seorang Pangeran          memegang kepercayaannya." Di sini Machiavelli berkata "...          seorang penguasa yang cermat tidak harus memegang          kepercayaannya jika pekerjaan itu berlawanan dengan          kepentingannya ..." Dia menambahkan, "Karena tidak ada dasar          resmi yang menyalahkan seorang Pangeran yang minta maaf          karena dia tidak memenuhi janjinya," karena "... manusia itu          begitu sederhana dan mudah mematuhi kebutuhan-kebutuhan yang          diperlukannya saat itu, dan bahwa seorang yang menipu selalu          akan menemukan orang yang mengijinkan dirinya ditipu."          Sebagai hasil wajar dari pandangan itu, Machiavelli          menasihatkan sang Pangeran supaya senantiasa waspada          terhadap janji-janji orang lain.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;The Prince (Sang Pangeran) sering dijuluki orang "buku          petunjuk untuk para diktator." Karier Machiavelli dan          pelbagai tulisannya menunjukkan bahwa secara umum dia          cenderung kepada bentuk pemerintahan republik ketimbang          pemerintahan diktator. Tetapi dia cemas dan khawatir atas          lemahnya politik dan militer Italia, dan merindukan seorang          Pangeran yang kuat yang mampu mengatur negeri dan menghalau          tentara-tentara asing yang merusak dan menista negerinya.          Menarik untuk dicatat, meskipun Machiavelli menganjurkan          seorang Pangeran agar melakukan tindakan-tindakan kejam dan          sinis, dia sendiri seorang idealis dan seorang patriot, dan          tidak begitu mampu mempraktekkannya sendiri apa yang dia          usulkan.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Sedikit filosof politik yang begitu sengit diganyang          seperti dialami Machiavelli. Bertahun-tahun, dia dikutuk          seperti layaknya seorang turunan iblis, dan namanya          digunakan sebagai sinonim kepalsuan dan kelicikan. (Tak          jarang, kutukan paling sengit datang dari mereka yang justru          mempraktekkan ajaran Machiavelli, suatu kemunafikan yang          mungkin prinsipnya disetujui juga oleh Machiavelli)!&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Kritik-kritik yang dilempar ke muka Machiavelli dari          dasar alasan moral tidaklah, tentu saja, menunjukkan bahwa          dia tidak berpengaruh samasekali. Kritik yang lebih langsung          adalah tuduhan keberatan bahwa idenya itu bukan khusus          keluar dari kepalanya sendiri. Tidak orisinal! Ini sedikit          banyak ada benarnya juga. Machiavelli berulang kali          menanyakan bahwa dia tidak mengusulkan sesuatu yang baru          melainkan sekedar menunjukkan teknik yang telah pernah          dilaksanakan oleh para Pangeran terdahulu dengan penuh          sukses. Kenyataan menunjukkan Machiavelli tak henti-hentinya          melukiskan usulnya seraya mengambil contoh          kehebatan-kehebatan yang pernah terjadi di jaman lampau,          atau dari kejadian di Italia yang agak baruan. Cesare Borgia          (yang dipuji-puji oleh Machiavelli dalam buku The Prince)          tidaklah belajar taktik dari Machiavelli; malah sebaliknya,          Machiavelli yang belajar darinya.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Kendati Benito Mussolini adalah satu dari sedikit pemuka          politik yang pernah memuji Machiavelli di muka umum, karena          itu tak meragukan lagi sejumlah besar tokoh-tokoh politik          terkemuka sudah pernah baca The Prince dengan cermat. Konon,          Napoleon senantiasa tidur di bantal yang di bawahnya          terselip buku The Prince, begitu pula orang bilang dilakukan          oleh Hitler dan Stalin. Meski demikian, tidaklah tampak          jelas bahwa taktik Machiavelli lebih umum digunakan dalam          politik modern ketimbang di masa sebelum The Prince          diterbitkan. Ini merupakan alasan utama mengapa Machiavelli          tidak ditempatkan lebih tinggi dari tempatnya sekarang di          buku ini.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Tetapi, jika efek, pikiran Machiavelli dalam praktek          politik tidak begitu jelas, pengaruhnya dalam teori politik          tidaklah perlu diperdebatkan. Penulis-penulis sebelumnya          seperti Plato dan St. Augustine, telah mengaitkan politik          dengan etika dan teologi. Machiavelli memperbincangkan          sejarah dan politik sepenuhnya dalam kaitan manusiawi dan          mengabaikan pertimbangan-pertimbangan moral. Masalah          sentral, dia bilang, adalah bukan bagaimana rakyat harus          bertingkah laku; bukannya siapa yang mesti berkuasa, tetapi          bagaimana sesungguhnya orang bisa peroleh kekuasaan. Teori          politik ini diperbincangkan sekarang dalam cara yang lebih          realisitis daripada sebelumnya tanpa mengecilkan arti          penting pengaruh Machiavelli. Orang ini secara tepat dapat          dianggap salah satu dari pendiri penting pemikir politik          modern.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4288558374947452761-4510127747518206043?l=falmensiregar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://falmensiregar.blogspot.com/feeds/4510127747518206043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://falmensiregar.blogspot.com/2009/07/nicollo-machiaveli-filsuf-politik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4288558374947452761/posts/default/4510127747518206043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4288558374947452761/posts/default/4510127747518206043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://falmensiregar.blogspot.com/2009/07/nicollo-machiaveli-filsuf-politik.html' title=''/><author><name>falmensiregar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14297789673095531658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a206_rQ7GQQ/SmAkv0CrLCI/AAAAAAAAAAU/IQqLzkcGwdU/S220/babang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
